Senin, 16 Januari 2017

Negeri Diatas Awan 'DIENG'



Libur telah tiba, Libur telah tiba. Kali ini aku akan menceritakan liburan yang seru ke dataran tinggi Dieng yang ada di provinsi Jawa Tengah yang masuk dalam wilayah kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo. Sebelum kita merayakan tahun baru, Kini saatnya berlibur, karena libur tahun baru  ini cukup panjang. Aku memutuskan untuk traveling untuk mengisi waktu libur  yang cukup panjang ini. Kemana traveling aku kali ini? kali ini aku berlibur ke dataran tinggi Dieng. Pasti kalian yang orang Jawa khususnya orang Jawa Tengah sudah tahu yang namanya Dieng.

Hari Kamis tanggal 22 Desember 2016 aku siap-siap berangkat menuju Purwokerto. Kok ke Purwokerto vit?  Katanya ke Dieng? Yap, aku ke Purwokerto dulu ke rumah nenek karena nanti berangkat ke Dieng nya dari sana.Berangkat jam 6 pagi sampai Purwokerto jam 20.00 WIB, ya kira-kira 14 jam dengan suasana jalanan yang ramai lancar.

Sampai disana aku bermalam ditempat nenek yang lumayan jauh dari pemukiman dan perkotaan di Purwokerto. Benar – benar suasana kampung yang lestari dan indah. Menginap di Purwoketo selama 4 hari,dan di Dieng selama 3 hari. Tepat pada hari jumat tanggal 30 januari 2017 kami pun langsung berangkat ke Dieng,Wonosobo.

Setelah 5 jam kami menempuh perjalanan yang  penuh kabut, Jalur perjalanan untuk mencapai dataran tinggi Dieng ini sangat menantang. Kalau kalian sudah pernah bawa kendaraan menuju rute puncak, Jawa Barat. Agak mirip jalannya seperti itu yang berliku-liku serta cuaca yang dingin. Tapi untuk perjalanan menuju Dieng lebih menantang dimana harus melewati beberapa bukit naik-turun dan beberapa hutan serta jalanan yang cukup sempit.

Yap, Sekarang sekitar jam 2 siang waktu setempat kami baru sampai disana,kami menginap di Homestay, lalu kami beristirahat sambil bersenda gurau bersama keluarga. Walaupun matahari terik tetapi udaranya tetap sejuk. Kami melihat pemandangan di sekitar yang membuat kami terpukau dengan keindahannya. Tidak terasa waktu sudah pukul 5 sore. Karena cuaca sangat dingin, ada yang membuat kopi, mie instan, dan teh hangat untuk menghangatkan badan.

Adzan maghrib telah berkumandang,udara dingin diluar tidak membuat kami enggan ke masjid untuk sholat maghrib. Semakin malam cuaca semakin dingin. Setelah sholat isya kami langsung tarik selimut dan bergegas tidur untuk persiapan besok mengelilingi Dieng.

Yeaayy... Hari sudah pagi, kami sudah mandi dan sarapan. Sekarang waktunya untuk mengelilingi Dieng. disana sudah banyak tersedia tempat parkir dan banyak daerah tempat wisata daerah Dieng seperti Komplek Candi Arjuna, Telaga Warna,dan Kawah. Setiap tempat wisata  memiliki tiket masuk yang berbeda-beda. Rata-rata harga tiket masuknya adalah 10.000 rupiah (Sepuluh Ribu Rupiah).



Candi Arjuna adalah salah satu dari delapan komplek Candi yang menjadi tujuan pertama kami di Dieng. Disini ada beberapa candi yang masih utuh dan ada juga beberapa candi yang sudah hancur dikarenakan bencana alam. Selain melihat keindahan candi disini, kita juga bisa berfoto-foto dengan tokoh Gatot Kaca dan Wayang Orang yang bersedia foto bersama dan dikenakan biaya foto sebesar 5ribu rupiah untuk sekali foto dan 10ribu rupiah jika ingin foto sekalian dicetak.


Lanjut guys, setelah itu kami menuju ke Telaga warna. Walaupun kondisi sudah lelah tapi kami masih penasaran dengan dataran tinggi Dieng. Telaga warna memiliki keunikan, yaitu warna air dari telaga ini sering berubah ubah karena alga terkena sinar matahari. Kadang telaga ini warna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi. Disana tidak ada warung atau Restoran, kita hanya melihat pemandangan,berfoto dan outbound.



Hari sudah mulai siang, sebenarnya masih ada wisata ke kawah, tapi kalau malam hari suhu udara di Dieng bisa sampai 0 derajat dan turun kabut yang sangat tebal. Kondisi tidak memungkinkan untuk lanjut berwisata. Sebelum pulang kami membeli buah tangan terlebih dahulu, oleh oleh khas sana yaitu Carica. Harga satuannya hanya 3K, kata Ayah, Carica hampir sama kaya Pepaya, bentuknya Manisan. Kalau udah matang warna nya kuning dan bau nya harum. Kalau kalian ke Dieng harus coba Carica ya, hehehe kapan lagi…





Okay, saatnya kita pulang ke Purwokerto. Kira-kira jam 2 siang dari sana, dan sampai Purwokerto sekitar jam 5 sore. Walaupun kondisi lelah tetapi semua terbayar oleh keindahan Alam Dieng. Aku cukup senang dan mendapat pengalaman yang sangat berharga dan seru. Gimana cerita liburan kalian ?